• • • •
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Indra Keenam yang Perlu Dipercaya


Melatih Indra Keenam
Manusia memang tidak pernah lepas dari masalah. Ketika teman-teman dihadapkan pada suatu masalah yang sangat menyusahkan dan hampir tidak menemukan solusi, apa yang kamu lakukan? Berdoa dan berhentilah menebak-nebak diri sendiri! Cobalah untuk menggunakan indra keenam karena insting bisa digunakan dalam mengambil keputusan apabila belum menemukan suatu solusi.
Bagaimana cara mengembangkan indra keenam ini agar pengambilan keputusan yang didasari pada insting dapat memberikan nilai positif dalam hidup? Berikut ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar indra keenam kamu lebih berguna:

Mengambil Risiko
Intuisi adalah semua hal yang berkaitan dengan pengambilan risiko yang diperhitungkan untuk mendapat hasil positif. Agar dapat mengembangkan indra keenam ini, kamu jangan takut mengalami kesalahan ketika pertama kali mengambil risiko. Mengembangkan risiko dengan menggunakan insting berarti belajar melalui trial and error. Setelah itu, kamu akan dapat membuat keputusan yang jelas dan mengambil risiko dengan penuh perhitungan. Keadaan ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan dari hubungan personal, keputusan karir atau bahkan keputusan kesehatan.

Belajar Mendengarkan Diri Sendiri
Banyak di antara kita yang memiliki suara kecil dalam pikiran dan hati yang mengatakan pada kita untuk melakukan sesuatu tetapi tidak pernah mempercayai karena kita tidak pernah belajar pada diri sendiri. Belajar mendengarkan diri sendiri secara dalam dan intuitif. Hal ini dapat dicapai melalui proses meditasi sehari-hari yang melibatkan ketenangan. Ketika kamu mendapatkan kejernihan, suara hati yang sering kamu abaikan akan menjadi alasan kamu untuk berubah.

Belajar dari Orang Lain
Guru atau seseorang di sekitar yang kamu kagumi dapat menjadi sumber dalam mengembangkan insting. Mereka banyak memiliki pengalaman dan dapat membimbing dengan berbagai pengalaman. Penting juga mendengarkan mereka agar kamu dapat belajar lebih banyak. Kamu mungkin berpikiran telah beberapa kali mendengar cerita ini tetapi tiap kali kamu mendengar, kamu akan belajar tentang pengalaman yang berbeda.

Gunakan Tiap Situasi

Gunakan tiap siatuasi sebagai kesempatan mengembangkan insting kamu jika kamu baru mengalami masalah kesehatan. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesehatan kamu. Jika tugas yang kamu garap belum berhasil, gunakan hubungan tersebut untuk memulai tugas baru. Jika hubungan romantis tidak berjalan, gunakan kesempatan itu untuk jalan-jalan. Semua ini dapat dilakukan untuk membantu mengembangkan indra keenam yang diperlukan untuk membuat keputusan yang sangat sulit.

Tidak Ada Waktu Terlambat Untuk Memperbaiki Diri








Kita selalu hidup saling ketergantungan. Suatu hal yang tidak mungkin jika kita hidup menyendiri tanpa berhubungan dengan orang lain di sekitar kita ataupun di masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dimana kita tinggal ataupun hidup bermasyarakat.

Sebagai contoh yang sudah umum misalnya, keperluan hidup kita terhadap pakaian. Namun kita tidak mempunyai bahan untuk pakaian itu. Atau kita memang tidak bisa membuatnya sendiri. Dengan adanya kebutuhan seperti itu kita selalu perlu bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Kita perlu seorang tukang jahit untuk membuat pakaian. Dan untuk membalas jasanya, kita memberikan sejumlah uang sesuai perjanjian yang telah ditentukan.




Dengan contoh sederhana seperti itu, secara tidak langsung kita telah diajarkan untuk menghargai pengorbanan orang lain. Mulai dari pendidikan dasar di sekolah, kita telah diajarkan bersikap disipin, tertib dan mentaati peraturan di sekolah. Jika saja kita bisa melakukan semua peraturan itu dalam diri kita, sudah tentu dalam kehidupan bermasyarakat (seharusnya) sikap itu akan ikut terbawa.

Kita bisa saja dikatakan makin dewasa, usia kita juga makin bertambah, hendaknya dari sekarang kita belajar lebih sungguh-sungguh untuk menyongsong masa depan kita yang menjadi tanggung jawab kita sendiri. Kita mesti mencoba menilai suatu pengalaman sebagai cermin dalam hidup untuk melangkah dan menuju masa depan yang lebih baik. Jika gagal, anggaplah kegagalan itu sebagai keberhasilan yang tertunda. Mari kita saling mengisi kekurangan satu sama lain. Dan bila ada masalah yang tidak sanggup kita atasi sendiri, marilah kita pertimbangkan bersama secara adil dan bijaksana.

Belajarlah bagaimana caranya bergaul agar disenangi orang-orang di sekitar kita. Orang yang dikatakan dewasa tidak hanya dilihat dari usianya saja, tapi juga dinilai dari cara berpikirnya, sikap ataupun cara bicaranya. Dengan adanya tulisan yang tiada bermakna ini, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi teman-teman semua. Rajin-rajinlah membaca buku, karena dengan membaca kita dapat mengembangkan kemampuan mental dan pengetahuan kita.
Jangan lupa untuk selalu mengucapkan: “Selamat Membaca!”
Sekedar celotehan dari berbagai sumber.


Sumber gambar: fivehens.com

Apakah Cinta Itu?



Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.


Dikutip dari: Tambahkan Cinta & Kurangi Benci.

6 Jenis Orang yang Susah Ditangani dan Cara Mengatasinya


Tipe Orang Menyebalkan
Manusia adalah makhluk sosial. Ini memang kodrat kita sebagai manusia. Kita tidak bisa hidup seorang diri tanpa berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Berbagai jenis orang dengan karakteristik yang berbeda kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekian banyaknya tipe manusia, mungkin ada di antara mereka yang mempunyai karakter berlebihan dan susah untuk ditangani. Mereka bisa saja kita temui di tempat kerja, teman-teman dekat, atau mungkin saja orang terdekat yang kita cintai. Beberapa psikolog telah melakukan penelitian dan menyarankan cara-cara untuk mengatasi orang-orang yang menyusahkan dalam hidup anda, misalnya bawahan atau atasan, tipe pengeluh, super ramah, sok tahu, tipe pesimis, dan tipe pencemas.

1. Pekerja (Bawahan) atau Bos (Atasan)
Dalam menghadapai orang yang bermusuhan ataupun memusuhi anda di tempat kerja sangat membutuhkan kebijaksanaan. Karena orang-orang yang merasa telah dirugikan lebih mungkin menjadi agresif dan bertindak dengan kekerasan. Bila begitu, anda harus memastikan mereka telah mendapat perlakuan yang adil.
Jika bisa, lebih baik lagi bila anda dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka tanpa melakukan diskriminasi. Hindari melakukan interaksi yang dapat mendorong emosi atau berpeluang terjadinya ancaman kekerasan. Jangan pernah melakukan pembalasan terhadap orang yang agresif karena itu adalah hal terburuk bila anda melakukannya.
Jika anda bisa mengalihkan perhatian orang yang marah untuk beberapa tugas di tempat kerja atau melakukan diskusi dan membuat situasi menjadi tenang, kemarahan akan hilang dengan sendirinya. Biarkan dia melihat dan mendengar dengan tenang tentang cara-cara rasional untuk menyelesaikan perbedaan. Tawarkan juga kepada dia beberapa informasi yang akan menjelaskan situasi apa saja yang dapat mengganggunya.


2. Pengeluh yang Kronis
Ada juga jenis orang yang suka mengeluh. Tidak hanya sekali, tapi sudah menjadi kebiasaan dan sifatnya kronis. Mereka adalah tipe orang yang suka menyalahkan dan yakin tentang apa yang harus mereka lakukan untuk memperbaikinya, tetapi mereka tidak pernah mampu memperbaiki sistuasi itu sendiri. Menyebalkan bukan?
Bagaimana cara mengatasi orang yang terlalu banyak mengeluh seperti ini? Pertama, yang harus diingat adalah jangan perlihatkan ketidaksetujuan anda secara langsung terhadap keluhan tersebut. Selalu minta maaf terlebih dahulu bila anda ingin membantah keluhannya. Dan, jangan pernah melakukan serangan balik terhadap tipe orang ini karena hanya akan menyebabkan mereka memberikan keluhan balik yang lebih buruk.
Kedua, bila anda sedang berdiskusi dalam mengumpulkan idea atau data, buatlah suasana yang mendukung dalam pemecahan masalah. Serius dalam pembicaraan dan berikan dukungan terhadap pendapat mereka. Akui pendapat mereka. Tanyakan “Apa sebaiknya yang harus dilakukan?” jika pengeluh tidak setuju dengan pendapat anda atau orang lain.


3. Super Ramah
Bagaimana dengan orang yang terlalu ramah dan selalu tersenyum setuju dengan ide-ide anda? Dan akhirnya mereka pun menghilang tanpa melakukan sesuatu yang berguna? Jenis orang seperti ini biasanya telah belajar bahkan dari anak-anak, bahwa salah satu cara untuk mendapatkan sesuatu misalnya “cinta” adalah dengan mengatakan kepada orang-orang (secara jujur atau berpura-pura) bahwa anda benar-benar telah merawat dan mengagumi mereka. Dengan kebiasaan seperti itu, mereka yang super ramah akan sering menjanjikan lebih dari apa yang bisa mereka berikan.
Untuk mengatasi orang seperti ini, anda harus meyakinkan mereka bahwa anda akan mengikuti mereka. Kemudian meminta mereka untuk berterus terang sehingga mereka akan berkata jujur dengan apa yang mereka inginkan. Bantu dan bimbing mereka untuk menghindari membuat janji-janji yang tidak bisa mereka lakukan. Biarkan mereka tahu bahwa anda siap untuk berkompromi karena anda tahu mereka juga bisa berbuat adil terhadap diri anda dan mereka.


4. Mereka yang Sok Tahu Segalanya
Orang yang sok tahu itu ada dua jenis. Mereka benar-benar tahu dan kompeten, percaya diri dan memang ahli dalam bidangnya, atau orang yang hanya tahu sebagian informasi kemudian berpura-pura menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kedua jenis orang ini bisa saja menjadi sangat menyusahkan.
Orang yang memang benar seorang ahli dapat membuat anda merasa menjadi orang bodoh. Mereka mungkin saja dapat menjadi seseorang berkepala dingin yang sabar dengan perbedaan pendapat. Mereka sering mandiri, tidak perlu bantuan, dan tidak ingin berubah. Jika anda berhadapan dengan orang seperti ini, anda harus melakukan apa yang anda bisa sebaik-baiknya. Jika tidak, mereka tidak akan memandang anda. Anda harus mendengarkan pendapat mereka. Jangan langsung menyerang ide-ide mereka, tapi buatlah pertanyaan yang memberikan alternatif. Tunjukkan rasa hormat anda kepadanya, tapi jangan pernah merendahkan diri.
Orang yang sedikit tahu dan berpura-pura ahli relatif lebih mudah mengatasinya karena mereka sering tidak menyadari betapa sedikitnya yang mereka tahu. Orang-orang seperti itu harus dihadapkan dengan fakta. Lakukan saat anda ada waktu berdua saja dengan mereka. Berikan mereka fakta tanpa harus menyakiti mereka di depan umum.


5. Pesimis Berlebihan
Kesulitan dan beban dalam suatu kelompok atau hubungan kerja adalah adanya orang pesimis yang selalu berkata “Ini tidak akan berhasil”.  Orang-orang seperti ini memiliki kekuatan untuk menjatuhkan kita karena mereka membangkitkan keraguan dan kekecewaan dalam diri kita. Jadi pertama kali yang harus kita lakukan agar tidak terseret kedalam  keputusasaan adalah jangan berdebat dengan pesimis, jangan langsung menawarkan solusi untuk kesulitan yang diprediksi oleh para super pesimis.
Anda harus berani membuat pernyataan optimis yang menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin dan mendorong kelompok anda untuk memikirkan sesuatu yang menghasilkan beberapa kemungkinan alternatif. Kemudian tanyakan apa konsekuensi terburuk dari setiap alternatif. Anda juga dapat bertanya pada mereka, “Apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan apapun?” Dan akhirnya, bantuan dari semua orang akan datang. Tetapi mereka tidak akan bersedia melakukannya sendiri karena seorang pesimis tidak pernah melakukan sesuatu secara sukarela.


6. Tipe Pencemas
Mereka adalah orang-orang yang selalu menempatkan keputusan akhir dalam suatu pemikiran yang tidak membahagiakan. Hampir mirip seperti para pesimis. Namun, tidak seperti orang yang super ramah, tipe ini akan benar-benar tertarik jika mereka diberikan kesempatan untuk membantu dalam menyelesaikan sesuatu. Jadi, mudahkan dia untuk membahas dan membuat suatu keputusan. Selalu mencoba untuk mencari tahu apa yang dipermasalahkan oleh tipe orang ini. Jangan memaksa dia untuk melakukan tindakan cepat. Namun sebaliknya, bantulah mereka memeriksa fakta-fakta, lakukan kompromi, atau kembangkan suatu rencana alternatif. Putuskan yang mana menjadi prioritas, berikan kepastian, dan mendukung secara efektif dalam melaksanakan keputusan tersebut.
 

Sumber: psychcentral.com

Senin, 24 September 2012

Daftar Kisah